Bandarkarima Network!

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Berita Selayang Pandang PSP Bandarkarima

Selayang Pandang PSP Bandarkarima

E-mail Print PDF

 

Selayang Pandang Bandarkarima

 

Perguruan Seni Pencak BANDARKARIMA didirikan oleh Bpk. H.M. Yosis Siswoyo pada tahun 1967 di Bandung, Jawa Barat. Bandarkarima adalah akronim dari Sabandar, Kari dan Madi, yaitu tiga aliran utama yang melandasi karakter PSP Bandarkarima. Sabandar memiliki karakter gerak yang lentur dan efisien. Kari lebih menekankan karakter gerak yang cepat dan keras. Madi membangun karakter gerak yang bertenaga penuh dengan kekuatan.

Pendiri sekaligus Guru Besar PSP Bandarkarima, Bpk. H.M. Yosis Siswoyo dilahirkan di Bandung, 25 Nopember 1943. Lahir dan tumbuh di tengah-tengah kancah perang kemerdekaan dan revolusi, menjadikan beliau seorang yang pemberani dan pantang menyerah.

Ayahanda Pak Yosis, Pak Anwar, kemudian menyalurkan kesenangan berkelahi dan energi anaknya yang meluap-luap dengan mengirim Pak Yosis kepada beberapa guru silat ternama. Pak Anwar adalah seorang perwira polisi dan juga ketua pendekar Gagak Lumayung pada saat itu. Sejak itulah Pak Yosis menimba ilmu silat dari satu guru ke guru lainnya. Dari belasan tokoh2 silat yang telah menurunkan ilmunya, terdapat dua tokoh silat yang sangat besar pengaruhnya dalam membentuk ilmu silat Pak Yosis, yaitu Den Popo dan Den Karta Ateng.

Awalnya Pak Yosis digembleng oleh murid2 Den Popo, yaitu Pak Casmedi dan Pak Yayat. Barulah setelah dirasa cukup, Pak Yosis kemudian diajar langsung oleh Den Popo. Den Popo adalah anak seorang tokoh silat yang bernama Gan Utuk. Berdasarkan silsilahnya, Gan Utuk merupakan murid dari murid Rd. H. Ibrahim. Jadi dari garis Den Popo mengalirlah ilmu silat Sabandar dan Cikalong kepada Pak Yosis.

 

Kemudian Pak Yosis melengkapi ilmu silatnya dengan berbagai ilmu olah bathin dan olah kanuragan dari Den Karta Ateng. Den Karta Ateng merupakan jawara silat yang ditakuti karena kesaktiannya. Bola matanya berwarna merah darah, ilmunya segudang dari berbagai aliran. Karakter ilmunya yang luar biasa sempat mempengaruhi satu episode kehidupan Pak Yosis pada masa mudanya.

Setelah itu Pak Yosis terus memperkaya dan mematangkan ilmu silatnya, sehingga pada akhirnya berhasil merangkum dan merumuskan kembali karakter ilmu silat yang efektif dan efisien.

Pada era tahun 60-an beladiri asing berkembang dengan pesat di Indonesia. Prihatin dengan kondisi tersebut, Pak Yosis terdorong untuk mengangkat pamor Pencak Silat sebagai budaya asli Indonesia yang bernilai tinggi dan harus dikembangkan. Maka pada bulan Juni 1967 dibentuklah unit latihan Bandarkarima di SMAN 3 Bandung dengan anggota pertama sebanyak 60 orang. Sejak itulah secara resmi lahir Perguruan Seni Pencak Bandarkarima, dan tanggal 6 Juni ditetapkan sebagai hari jadi Bandarkarima.

Pendekar Bandarkarima digembleng untuk menjadi petarung ulung di bidangnya masing-masing. Tidak heran mereka umumnya menjadi pribadi-pribadi yang unggul di lingkungannya. Para pendekar senior angkatan-angkatan awal mampu mencapai posisi-posisi puncak dalam karir mereka, baik di militer, perusahaan, maupun pemerintahan. Namun sayang pertarungan dalam karir telah menyita seluruh waktu mereka, sehingga perhatian terhadap kelangsungan dan perkembangan perguruan menjadi terlupakan. Setelah mengalami masa puncaknya di tahun 80 an, kegiatan perguruan nyaris vakum di tahun 90 an. Untuk mengisi kekosongan, Pak Yosis mendirikan Sasana Tinju Anak Bandung yang kemudian melahirkan pendekar tinju kebanggaan Indonesia, Alfaridzi dan Arief Almahdi.

Memasuki milenium baru ini, beberapa orang pendekar senior terpanggil untuk kembali merintis pengembangan Bandarkarima, sebagai wujud kepedulian mereka terhadap pendidikan anak bangsa. Melalui penggemblengan fisik dan mental di lingkungan keluarga besar Bandarkarima, diharapkan akan lahir pribadi-pribadi unggul seperti tertuang dalam Sifat Pendekar Bandarkarima:

Pendekar itu:

Kuat lahir dan bathin

Pemberani dan ksatria

Bijaksana dan sopan santun

Berbudi luhur dan kasih sayang

Penuh cinta dan berbakti pada Tuhan,

Bangsa dan tanah air, dan peri kemanusiaan

Salam Pendekar!

Last Updated on Sunday, 28 February 2010 05:29  

Sekilas Info

Komunitas sahabat silat yang tergabung dalam Forum Pecinta dan Pelestari Silat Tradisional Indonesia, mencanangkan Gerakan Peduli Silat pada tahun 2010 ini. Berbagai kegiatan telah ditetapkan sebagai rencana kerja jangka panjang untuk mengembalikan pencak silat menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Sosialisasi pencak silat disepakati dimulai dari lingkungan keluarga masing-masing.